مجلد 8 عدد 2 (2024): HADITH AND QUR'ANIC STUDIES
Artikel

Nikah Beda Agama: Perspektif Tafsir al-Qur’an, Hukum Islam, dan Ketentuan HAM Indonesia

Eko Andy Saputro
IAI Badrus Sholeh Kediri
Muhammad Rifa'i
IAI Badrus Sholeh Kediri

منشور 2024-12-28

كيفية الاقتباس

Andy Saputro, Eko, و Muhammad Rifa'i. "Nikah Beda Agama: Perspektif Tafsir Al-Qur’an, Hukum Islam, Dan Ketentuan HAM Indonesia". SAMAWAT: Journal Of Hadith and Qur’anic Studies 8, no. 2 (ديسمبر 28, 2024): 40–59. تاريخ الوصول أبريل 2, 2026. https://www.ejournal.badrussholeh.ac.id/index.php/samawat/article/view/450.

الملخص

Artikel ini mengkaji isu pernikahan beda agama dari tiga perspektif utama: tafsir al-Qur’an, hukum Islam, dan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Dalam Islam, pernikahan antaragama dipahami secara ketat melalui teks-teks al-Qur’an yang membolehkan laki-laki Muslim menikahi perempuan dari Ahlul Kitab namun melarang perempuan Muslim menikahi pria non-Muslim. Hukum Islam klasik cenderung menegaskan pelarangan ini demi menjaga identitas keagamaan dan stabilitas keluarga. Namun, tafsir kontemporer melalui pendekatan maqāṣid al-sharī‘ah menekankan konteks sosial dan tujuan-tujuan syariat seperti keadilan dan keharmonisan sosial. Dalam dimensi hukum positif Indonesia, UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 menegaskan bahwa sahnya pernikahan ditentukan oleh hukum agama masing-masing, sehingga pernikahan beda agama tidak mendapat pengaturan langsung. Dari perspektif HAM, khususnya melalui DUHAM dan peraturan nasional, kebebasan beragama termasuk hak untuk menikah lintas agama, selama berdasarkan kesepakatan bebas dan tidak adanya diskriminasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa pernikahan beda agama merupakan wilayah yang penuh ketegangan antara norma agama, hukum negara, dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

المراجع

  1. Alif, M. and Kusrin, Z. (2024). Interfaith marriage in indonesia: a literature review. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 14(5). https://doi.org/10.6007/ijarbss/v14-i5/21535
  2. Al-Khanif, Hukum dan Kebebasan Beragama di Indonesia. (Yogyakarta: Lak Bang Mediatama.) 2010
  3. Anshari, Abdul Ghafur, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. (Yogyakarta: UII Press, 2012)
  4. Arrasjid, Chainur, Dasar-dasar Ilmu Hukum, Sinar Grafika, 2000
  5. Asmin, Status Perkawinan Antar Agama Ditinjau dari Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974, (Jakarta: Dian Rakyat, 1986), Cet. Ke-1
  6. Daud, S., Rapik, M., & Monita, Y. (2022). Dinamika status hukum perkawinan beda agama dalam perspektif fikih indonesia. Undang Jurnal Hukum, 5(2), 357-391. https://doi.org/10.22437/ujh.5.2.357-391
  7. DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA Diterima dan diumumkan oleh majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui resolusi 217 A (III)
  8. Elius, M. (2023). Interfaith dialogue: an islamic framework. J. Asiat. Soc. Bangladesh, Humi, 68(2), 193-206. https://doi.org/10.3329/jasbh.v68i2.70363, Amir, R. (2019). Perkawinan beda agama di indonesia perspektif hukum islam. Jurnal Al-Qadau Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 6(1), 99. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v6i1.9482
  9. Emanuel, F., Kwirinus, D., & Yuniarto, P. (2023). The concept of interfaith marriage: islam-catholicism and its implications for the moral educations of children. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 14(1), 103. https://doi.org/10.26418/j-psh.v14i1.60155
  10. Fahmi, Agung Ali, Implementasi Jaminan Hukum HAM Atas Kebebasan Beragama di Indonesia, Yogyakarta: Interpena, 2011
  11. Gunawan, E., Tohis, R., & Hakim, B. (2023). Implications of the law of religious moderation on interfaith marriages. Jurnal Ilmiah Al-Syir Ah, 21(2), 283. https://doi.org/10.30984/jis.v21i2.2649
  12. KARAKAYA, A. (2022). Interfaith marriage in islam: classical islamic resources and contemporary debates on muslim women’s interfaith marriages. Religions, 13(8), 726. https://doi.org/10.3390/rel13080726
  13. M. Dahlan R, Fikih Munakahat, (Yogyakarta: Deepublish, 2015)
  14. Makhfudz, Muhammad, Berbagai Permasalahan Perkawinan Dalam Masyarakat Ditinjau Dari Ilmu Sosial dan Hukum, Jakarta: Universitas Tama Jagakarsa
  15. Mardani, Hukum Perkawinan Islam, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011
  16. Muhshi, Adam, Teologi Konstitusi; Hukum Hak Asasi Manusia Atas Kebebasan Beragama di Indonesia. (Yogyakarta: LKiS) 2014
  17. Muntaqo, L. (2020). Islamic thoughts on interfaith marriage in local and global context. Manarul Qur an Jurnal Ilmiah Studi Islam, 20(1), 69-79. https://doi.org/10.32699/mq.v20i1.1615
  18. Nasution, Adnan Buyung dan A. Patra M. Zen, Instrumen Internasional Pokok Hak Asasi Manusia, (Jakarta: Balai Pustaka), 2006
  19. Nasution, Khoirudin, Hukum Perkawinan 1 dilengkapi UU Negara Muslim Kontemporer, edisi revisi, (Yogyakarta: Academia & Tazzafa, 2004)
  20. Niekerk, J. and Verkuyten, M. (2018). Interfaith marriage attitudes in muslim majority countries: a multilevel approach. International Journal for the Psychology of Religion, 28(4), 257-270. https://doi.org/10.1080/10508619.2018.1517015
  21. Penjelasan tentang hal ini secara eksplisit ditemukan dalam ICCRP pasal 18 (1); ECHR pasal 9 (2); dan ACHR pasal 12 (3)
  22. Purwaharsanto, FXS, Perkawinan Campuran Antar Agama menurut UU RI No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan: Sebuah Telaah Kritis, Aktualita Media Cetak, (Yogyakarta, 1992
  23. Rahman, Abd., Fiqh ‘Ala Mazahib Al Arba’ah, Juz IV
  24. Safrodin, S. (2022). Islamic da'wah challenge in marriage of different religions in a contextual interpretation review. Ilmu Dakwah Academic Journal for Homiletic Studies, 16(1), 77-92. https://doi.org/10.15575/idajhs.v16i1.17984.
  25. Salahuddin, M., Hidayah, O., Husnah, N., & Wati, F. (2023). Practice of interfaith marriages in indonesia on islamic jurisprudence. International Journal of Social Science and Religion (Ijssr), 477-490. https://doi.org/10.53639/ijssr.v4i3.205
  26. Setiyanto, D. (2017). Perkawinan beda agama pasca putusan mahkamah konstitusi nomor 68/ puu-xii/2014 dalam persperktif ham. Al-Ahwal Jurnal Hukum Keluarga Islam, 9(1), 13-30. https://doi.org/10.14421/ahwal.2016.09102
  27. Siregar, P. (2021). Relevance of the fatwa of the indonesian ulema council to the renewal of islamic family law in indonesia (study of mui fatwa number: 4/munas vii/mui/8/2005 on marriage of different religions). Jurnal Ilmiah Mizani Wacana Hukum Ekonomi Dan Keagamaan, 8(1), 85. https://doi.org/10.29300/mzn.v8i1.4865,
  28. Subki, Ali Yusuf As-, Fiqih Keluarga, (Jakarta: Amzah)
  29. Suhasti, E., Djazimah, S., & Hartini, H. (2019). Polemics on interfaith marriage in indonesia between rules and practices. Al-Jami Ah Journal of Islamic Studies, 56(2), 367-394. https://doi.org/10.14421/ajis.2018.562.367-394
  30. Suma, M. Amin, Kawin Beda Agama di Indonesia, (Tangerang: Lentera Hati, 2015), Cet.ke-I
  31. Syahrani, Abdurrahman dan Riduan, Hukum Perkawinan, (Alumni, Bandung), 1978
  32. Syarifuddin, Amir, Hukum Perkawinan di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang- Undang Perkawinan. (Jakarta: Kencana, 2009)
  33. Tama, Rusli dan R. Perkawinan Antar Agama dan Permasalahannya, (Bandung: Pionir Jaya ,1986)
  34. Trisnaningsih, Mudiarti, Relavansi Kepastian Hukum Dalam Mengatur Perkawinan Beda Agama di Indonesia, Bandung: CV. Utomo, 2007
  35. Wati Rahmi Ria dan Muhammad Zulfikar, Ilmu Hukum Islam, (Gunung Pesagi, Bandar)
  36. Yahya, S. and Boag, S. (2014). Till faith do us part …: relation between religious affiliation and attitudes toward cross-cultural and interfaith dating and marriage. Marriage & Family Review, 50(6), 480-504. https://doi.org/10.1080/01494929.2014.909376
  37. Zuhaili, Wahbah, Fiqih Imam Syafi’i, (Jakarta: Almah RA) cet.ke-1