TAFSIR POPULER DI MEDIA SOSIAL

ANALISIS EPISTEMOLOGI TAFSIR AKUN QURANREVIEW

المؤلفون

  • Nadia Novianti Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Bashori Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

الملخص

Perkembangan media sosial melahirkan bentuk baru penafsiran Al-Qur’an yang dikenal sebagai tafsir populer, yakni penafsiran yang ringkas, komunikatif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tafsir populer pada akun Instagram @quranreview serta menganalisis epistemologinya yang meliputi sumber, metode, pendekatan, dan validitas penafsiran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Data primer diperoleh dari konten akun @quranreview, sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait ilmu tafsir dan epistemologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir populer dalam akun tersebut ditandai oleh penggunaan bahasa sederhana, persuasif, dan mudah dipahami, dengan struktur konten yang sistematis serta penyederhanaan makna ayat yang berorientasi pada pesan praktis. Dari segi sumber, rujukan yang digunakan bersifat variatif namun belum konsisten; sebagian konten merujuk pada hadis dan mufasir klasik, sementara lainnya tidak mencantumkan sumber yang jelas. Secara metodologis, penafsiran didominasi metode ijmali dengan pendekatan kontekstual, serta sesekali menggunakan metode tematik secara sederhana. Corak tafsir yang berkembang adalah dakwah populer yang menekankan aspek edukatif, motivasional, dan relevansi sosial. Dalam perspektif epistemologi, tafsir ini bersifat populis, mengutamakan kemudahan akses dan kebermanfaatan praktis dibanding ketelitian metodologis. Validitasnya lebih ditentukan oleh penerimaan audiens daripada otoritas keilmuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir populer di media sosial berperan penting dalam memperluas akses pemahaman Al-Qur’an, namun tetap memerlukan penguatan metodologi dan rujukan.

المراجع

Ali bin Muhammad al-Syarif Al-Jurjani,. Mu’jam al-Ta’rifat. Dar al-Fadilah, tt.

Al-Jabiri, Muhammad Abed. Kritik Nalar Arab: Formasi Nalar Arab (Kritik Tradisi Menuju Pembebasan dan Pluralisme Wacana Interreligius). Diterjemahkan oleh Imam Khoiri. IRCiSod, 2003.

Ilmiah, Dewi Bahrotul. “Transformasi Paradigma Studi Al-Qur’an Dan Tafsir Di Era Digital: Dialektika Antara Warisan Tafsir Klasik Dan Inovasi Teknologis Kontemporer.” Pelita: Jurnal Studi Islam Mahasiswa UII Dalwa 3, no. 1 (2025): 80–92. https://doi.org/10.38073/pelita.v3i1.3642.

Indrawan, R., dan R. P. Yaniawati. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Campuran untuk Manajemen, Pembangunan dan Pendidikan. Refika Aditama, 2017.

Muhafizah, Muhafizah. “PISTEMOLOGI PENAFSIRAN DI MEDIA SOSIAL (Studi Analisis Akun Instagram @quranreview).” Thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA, 2022.

Muḥammad ‘Alī al-Ṣābūnī. al-Tibyān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Dār al-Irshād, 1970.

Nicholas Rescher dan George in Lucas Jr. Epistemology: An Introduction to the Theory of Knowledge. Staate University of New York, 2003.

Nurdin, Rahmat. “TAFSIR AL-QURâ€TMAN DI MEDIA SOSIAL (Karakteristik Penafsiran Pada Akun Media Sosial @Quranreview).” Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin 22, no. 2 (2023): 143–56. https://doi.org/10.18592/jiiu.v22i2.11008.

Rahayu, Tia, dan Alwizar Alwizar. “Relevansi Sumber Tafsir Al-Qur’an: Perspektif Tafsir Bi Al-Ma’tsur, Bi Ar-Ra’yi, Dan Bi Al-Isyari.” Hamalatul Qur’an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur’an 5, no. 2 (2024): 568–80. https://doi.org/10.37985/hq.v5i2.337.

Rajih Abdul Hamid al-Kurdiy. NaÐariyyah al-Ma’rifah Baina al-Qur’an wa al-Falsafah. Maktabah al-Mu’ayyad, 1992.

Rizal, Derry Ahmad, Rif’atul Maula, dan Nilna Idamatussilmi. “TRANSFORMASI MEDIA SOSIAL DALAM DIGITALISASI AGAMA: Media Dakwah Dan Wisata Religi.” Mukaddimah: Jurnal Studi Islam 9, no. 2 (2024): 206–30. https://doi.org/10.14421/mjsi.v9i2.3909.

Rokim, Syaeful, dan Rumba Triana. “Tafsir Maudhui: Asas dan Langkah Penelitian Tafsir Tematik.” Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 6, no. 02 (2021): 409–24. https://doi.org/10.30868/at.v6i02.2057.

Suri, Sufian, dan Andri Nirwana An. “Konstruksi Metode Tafsir Ijmali: Kajian Terhadap Kitab At-Tafsir Al-Muyassar Karya ‘Aidh Al-Qarni.” AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis 6, no. 3 (2022). https://doi.org/10.29240/alquds.v6i3.4313.

Syahruddin, Siti Masyita, Achmad Abubakar, Muhammad Irham, Mahmudah Mahmudah, dan Muhammad Mi’rat. “Eksplorasi Metode Tafsir Bi Al-Ra’yi Dalam Surah al-Ma’un Pada Kitab Tafsir al-Azhar.” Hamalatul Qur’an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur’an 6, no. 1 (2025): 11–19. https://doi.org/10.37985/hq.v6i1.292.

Wahyuni, Fika Putri. “TANTANGAN DAN PELUANG MAJELIS MAULID WA TA’LIM RIYADHUL JANNAH PADA MASA KONTEMPORER DITINJAU DARI PERSPEKTIF CORAK TAFSIR AL-ADABIY AL-IJTIMA’I.” Merdeka Indonesia Jurnal International 4, no. 1 (2024): 338–50. https://doi.org/10.5555/miji.v4i1.168.

Zarkashī, Muḥammad ibn Bahādur ibn ‘Abd Allāh Badr al-Dīn al-. al-Burhān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Dār al-Ḥadīth, 2006.

التنزيلات

منشور

2026-06-22

كيفية الاقتباس

Novianti, Nadia, و Bashori. "TAFSIR POPULER DI MEDIA SOSIAL: ANALISIS EPISTEMOLOGI TAFSIR AKUN QURANREVIEW". SAMAWAT: Journal Of Hadith and Qur’anic Studies 10, no. 1 (يونيو 22, 2026): 38–53. تاريخ الوصول سبتمبر 1, 2026. https://www.ejournal.badrussholeh.ac.id/index.php/samawat/article/view/567.